Tips Terbaik Hindari Cedera Saat olahraga / Fitness 

Olahraga dan perang adalah dua hal yang berbeda tapi memiliki banyak kesamaan. Keduanya terdapat unsur pertarungan, strategi, dan serangan. Namun olahraga tetap bukanlah perang. Setidaknya, dalam olahraga sangat menjunjung unsur sportifitas. Satu hal yang mirip, seperti perang, olahraga terkadang juga menyebabkan jatuh korban akibat cedera.

Cedera yang sering terjadi dalam berolahraga pada umumnya tidak disebabkan karena kontak fisik. Tetapi lebih sering disebabkan kesalahan teknik dalam menendang, meninju, melompat, menukik, maupun dalam mengangkat beban berlebih. Gerakan yang dilakukan dengan tiba-tiba juga sering menyebabkan cedera terutama pada sendi-sendi sikut, lutut, bahu dan pinggang.

Berikut Cara dan tips,terbaik menghindari cedera saat olahraga/fitness di gym, serta cara mengobati jika terjadi cidera . Artikel ini sangat direkomendasikan untuk kalian lakukan agar aktifitas latihan membentuk otot dan membakar lemak mendapatkan hasil yang optimal dan maksimal tentunya.

  1. Ketahui tentang alat fitness di gym

Sebelum kalian melakukan latihan otot, hal wajib yang harus kalian lakukan adalah mengetahui semua alat yang ada di gym kalian. Dimulai dari nama alat dan juga fungsi dari alat latihan otot tersebut. Jika kalian belum tahu, janganlah gengsi untuk bertanya ke instruktur fitness, maupun rekan fitness yang sedang berlatih pada saat itu. Jangan pernah malu bertanya karena itu akan membuat kalian rugi nantinya. Jika kalian merupakan pemula di gym, direkomendasikan untuk menyewa jasa pelatih untuk memandu kalian saat berlatih. Dengan demikian kalian akan mendapatkan pengetahuan secara langsung mengenai alat-alat di dalam gym dan fungsi dari alat fitness tersebut. Jika kita sudah tahu tentang cara menggunakan alat-alat tersebut, pastinya kita akan terhindar dari cedera otot saat kita latihan membentuk otot di gym.

 

  1. Selalu lakukan pemanasan sebelum berlatih

Pemanasan sebelum berlatih dikenal dengan istilah warming up. Tujuan dari pemanasan sebelum latihan otot ini adalah untuk meningkatkan suhu badan supaya jumlah oksigen yang masuk kedalam badan kita lebih banyak dari biasanya, sehingga intesitas dalam latihan angkat beban akan lebih kuat. Selain itu dengan melakukan warming up, bisa mengurangi resiko terjadinya cedera saat latihan otot. Biasanya mereka yang tidak melakukan pemanasan sebelum berlatih, tidak sedikit yang mendapatkan cedera sendi, ataupun otot yang berkontrasi saat menggerakan anggota tubuhnya.
Direkomendasikan melakukan pemanasan sebelum latihan sebanyak 5 sampai 10 menit. Latihan yang bisa kalian lakukan adalah latihan cardio ringan dengan dilanjutkan melakukan strectching. Pastikan juga kalian melakukannya dengan langkah dan cara yang tepat ya!

 

  1. Mulai dengan beban ringan

Untuk kalian yang masih newbie di dunia gym, dianjurkan setelah melakukan warming up untuk mengangkat beban yang ringan terlebih dahulu. Hal ini diperlukan untuk membiasakan otot terhadap gerakan yang belum kalian kuasai. Lakukan 3 set dengan beban ringan kemudian tambah 1 set dengan beban agak berat. Siapkan oto agar tidak terjadi shock pada otot kalian.

  1. Jaga asupan cairan

Jangan sampai terjadi dehidrasi (kekurangan cairan tubuh) saat melakukan latihan otot. Hal ini bisa menyebabkan kematian saat latihan. Semakin banyak gerak tubuh maka akan menghasilkan banyak keringat yang keluar, hal ini akan berbanding lurus dengan hilangnya cairan yang ada didalam tubuh. Hindarilah ini dengan selalu menyiapkan minum dan minumlah saat merasa haus.

 

  1. Perhatikan teknik latihan

Poin kelima ini adalah hal yang wajib diperhatikan. Teknik latihan sangatlah penting saat melakukan berbagai macam gerakan latihan otot untuk menghindari terjadinya cedera otot saat latihan membentuk otot. Tidak perlu terburu-buru mengangkat beban yang terlalu berat, cukup dengan beban ringan tetapi kontraksi otot tepat sasaran, maka akan membuat otot berkembang dan terbentuk pastinya. Bertanyalah kepada instruktur jika kalian membutuhkan informasi teknik latihan yang tepat dan benar.

  1. Hindari latihan berlebih

Poin terakhir ini merupakan poin yang bukan lagi rahasia umum, latihan yang berlebihan merupakan pemicu utama terjadinya cedera saat kita olahraga. Dengan latihan berlebih maka akan mengakibatkan otot stress dan cedera sehingga tidak bisa memproduksi jaringan sel otot baru sesuai dengan harapan kita. Penyusutan otot akan terjadi. Untuk menghindari hal ini, cobalah untuk membuat jadwal latihan yang sesuai dengan jadwal sehari-hari kalian. Imbangi dengan konsumsi makanan sehat, latihan teratur, dan istirahat yang cukup untuk mendapatkan hasil latihan otot yang optimal dan maksimal tentunya.

7Sewa Seorang Pelatih

Sebelum memulai olahraga angkat beban atau suatu rutinitas olahraga tertentu, berkonsultasilah dengan seorang pelatih. Dengan demikian, anda dapat berolahraga dengan cara yang benar dan aman.

8.  Gunakan Pakaian yang Sesuai

Gunakanlah pakaian yang sesuai dengan jenis olahraga yang anda lakukan. Kenakanlah pakaian yang membuat anda bebas bergerak dan sepatu olahraga dengan ukuran yang sesuai dengan kaki anda.

     9.  Istirahatkan Tubuh Anda

Beristirahatlah selama 1-2 hari setiap minggunya. Waktu istirahat ini berguna untuk memberikan kesempatan bagi tubuh anda untuk pulih dari berbagai kegiatan olahraga yang anda lakukan dan juga dapat membantu mencegah terjadinya cedera.

     10. Ketahui Kelemahan Anda
Sesuaikan jenis olahraga anda dengan keadaan kesehatan atau tubuh anda. Sebagai contoh, jika anda menderita radang sendi di bagian lutut, maka anda memang harus melatih kekuatan otot, tetapi jangan memaksakan diri hingga membuat nyeri lutut anda semakin berat. Mulailah dengan perlahanMeskipun Anda sudah melakukan langkah pencegahan, kemungkinan terkilir tetap ada. Lalu, bagaimana cara mengobatinya? Untuk mengobati cedera akibat terkilir, Anda bisa melakukan langkah-langkah berikut.

Istirahat. Hindari aktivitas berat apapun yang dapat memperparah nyeri, pembengkakan, atau ketidaknyamanan. Namun jangan sampai tidak melakukan aktivitas fisik apapun.

Es. Segera tempelkan es batu di area yang terkilir dan tahan sampai 15-20 menit. Ulangi beberapa kali sehari selama beberapa hari. Jika kulit berubah menjadi putih, jangan tempelkan es lagi.

Kompres. Untuk menghentikan pembengkakan, kompres area yang terkilir dengan balutan kompres elastis sampai pembengkakan mereda. Jangan balut terlalu ketat karena dapat menghambat sirkulasi darah. Mulai kompres dari area yang paling jauh dengan jantung dan longgarkan balutan jika nyeri bertambah, terasa kebas, atau pembengkakan bertambah.

Elevasi. Untuk mengurangi pembengkakan, tinggikan posisi tubuh yang terkilir di atas posisi jantung terutama malam hari, misalnya dengan menggunakan bantal.

Dengan mengetahui cara mencegah dan mengobati terkilir, Anda diharapkan bisa siap jika sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak diinginkan. Apalagi jika Anda sering melakukan olahraga berat yang memberi tekanan pada otot dan sendi.

Nah itu dia tips dan trik lengkap hindari cedera saat fitness, dan cara mengobati ketika terjadi cidera , semoga bermanfaat dan salam olahraga!

Menu